Ngekrest blogspot.com
-

Jumat, 04 Juni 2010

konsep dominasi ekologi manusia

KONSEP DOMINASI EKOLOGI MANUSIA

 

A.    Ilmu Lingkungan

a.      Ilmu Lingkungan (ekologi)

Lingkungan adalah tempat dimana suatu makhluk hidup itu tumbuh yang meliputi unsur-unsur penting seperti tanah, air dan udara.[1] Dan ilmu lingkungan mengintegrasikan pelbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungan.[2] Semua disiplin ilmu yang membahas tentang  jasad hidup, bisa dimasukkan ke dalam ilmu lingkungan. Misalnya sosiologi, Kesehatan Masyarakat, Geografi, Ekonomi, Meteorologi, Hidrologi, bahkan pertanian, perhutanan, perikanan dan peternakan.

Ilmu Lingkungan dapat juga dianggap sebagai titik pertemuan Ilmu Murni dan Ilmu Terapan. Dalam ungkapan lain  dapat dikatakan bahwa ilmu lingkungan pada hakikatnya adalah ekologi (ilmu murni yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap makhluk hidup), yang menerangkan berbagai asas dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas, yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungannya.

b.      Ekologi sebagai dasar Ilmu Lingkungan

Ekologi merupakan salah satu ilmu dasar bagi ilmu lingkungan. Dalam ilmu lingkungan terdapt beberapa istilah yang saling berkaitan membentuk suatu interaksi antara lingkungan dan organism yang ada di dalamnya.

1.      Individu

Suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk makhluk. Misalnya dalam sebuah kebun kita temukan berbagai macam tumbuhan. Seperti pohon sawu, pohon mangga, semut, rumput dan sebagainya.[3]

2.      Populasi

Populasi adalah kumpulan individu sebuah spesies yang mempunyai potensi untuk berbiak silang antar satu individu dengan individu lain. Populasi dipandang sebagai suatu sistem yang dinamis daripada gejala individu yang selalu melakukan hubungan.

3.      Komunitas

Beberapa kelompok makhluk yang hidup bersama-sama dalam suatu tempat yang bersamaan disebut komunitas, misalnya populasi semut, populasi kutu daun dan pohon tempat mereka hidup membentuk suatu komunitas.

4.      Ekosistem

Tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas adalah ekosisitem. Dalam tingkat ini tidak hanya tumbuhan tetapi seluruh spesies yang mempunyai silkus dalam sisitem tersebut dan saling berhubungan baik, termasuk juga energy matahari yang berfungsi sebagai energy dalam ekosistem.

 

B.     Manusia

Manusia merupakan makhluk dominan secara ekologik karena memiliki sifat-sifat anatomi serta mentalnya, sifat-sifat itulah yang menyebabkan manusia dapat berkompetensi dan berhasil dengan baik mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Dengan demikian, ia dapat memberi pengaruh besar terhadap lingkungannya serta organisme lainnuya dalam ekosistem.[4] Kemampuan ini diperoleh dari keunggulan manusia atas makhluk lain terdiri dari dua faktor berupa:

Karakteristik Fisik dan Karakteristik Mental

1.      Karakteristik fisik yang bersifat anatomis (sikap tubuh, tangan)

Proporsi imbangan kaki dan tangan manusia yang lebih panjang pada kaki memungkinkan manusia berdiri tegak, memberikan posisi nyaman bagi punggung, leher, dan keleluasaan gerak tangan ibu jari manusia yang leluasa digerakkan ke berbagai arah, dan empat jari tangan lainnya, kondisi ini memungkinkan manusia lebih bebas melakukan berbagai aktivitas.[5]

Manusia selain bersifat herbivora, juga bersifat karnivora, dan predator. Otak manusia besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Otak bagian depan yang merupakan pusat pikiran lebih besar dan kompleks jika dibandingkan dengan primata lainnya.

2.      Karakteristik mental (pola berfikir)

Manusia memiliki rasa ingin tahu yang tidak terbatas, hal ini memicu terbentuknya inovasi secara berkesinambungan terutama terhadap berbagai aspek yang menyangkut kenyamanan dan kebutuhan hidupnya.

3.    Penglihatan tiga dimensi

Pola pandang tiga dimensi memungkinkan manusia menghasilkan alat dengan perspektif lebih baik, manusia mampu menakar jarak dan ruang. Manusia mampu menikmati lebih banyak “persepsi warna” dibanding makhluk hidup lainnya, sehingga mampu mengidentifikasi benda dengan mudah dan tepat.

a.      Peran penting manusia terhadap lingkungan hidupnya

1.      Manusia Sebagai Organisme yang Dominan Secara Ekologik

Manusia penting karena mereka merupakan makhluk hidup yang dominan secara ekologik. Maksudnya, organisme dikatakan secara ekologik jika: [6]

a.    Manusia dapat berkompetensi secara lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terutama dalam hal makanan jika dibandingkan dengan makhluk lain dalam suatu ekosistem, dan

b.    Manusia mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya, atau terhadap organisme yang lain.

2.      Manusia Sebagai Makhluk Pembuat Alat[7]

Manusia menjadi dominan dalam ekosistem berkat kemampuannya membuat dan menggunakan alat.

Penggunaan api memungkinkan manusia menguasai daerah yang lebih luas jika dibandingkan dengan jumlah populasi manusia. Dengan kata lain dominan mereka tidak tergantung dari jumlahnya.

Manusia juga merupakan organisme yang membudidayakan makanannya. Perubahan cara hidup dari pengumpulan makanan jadi penanaman serta pemetik hasil tanaman merupakan suatu pencapaian yang mempunyai dampak ekologi yang luas.

3.      Manusia Sebagai Makhluk Perampok

Manusia dikenal sebagai makhluk mengeksploitasi ekosistem yang hebat. Ia dapat memanfaatkan baik ekosistem darat maupun ekosistem air. Sejak semula manusia mengeksploitasi ekosistem tidak hanya untuk makanan, tetapi tetapi juga untuk keperluan lain seperti pakaian dan rumah. Sejak itu kebutuhan akan bahan organik untuk obat-obatan, papan, serat, dan lain-lain meningkat.

4.      Manusia Sebagai Penyebab Evolusi

Perkembangan pengetahuan dan ketrampilan teknis mengakibatkan manusia muncul sebagai makhluk hidup dominan secara ekologik. Selain itu ia merupakan penyebab utama dalam proses evolusi organik.[8] Evolusi alamiah berlangsung sangat lambat, tetapi perusakan alam oleh manusia baik yang dilakukan tidak sengaja maupun yang disengaja telah mempercepat evolusi organik. Akibatnya, ada jenis-jenis organisme yang jumlahnya sudah sangat kurang sampai batas sukar untuk dipulihkan kembali, bahkan ada yang telah punah. Disamping itu, ada jenis-jenis yang justru meningkat jumlahnya, ada jenis yang varietasnya bertambah. Semuanya itu disebabkan oleh intervensi manusia.

5.      Manusia Sebagai Makhluk Pengotor

Manusia merupakan satu-satunya makhluk yang mengotori lingkungannya. Hewan membuang kotoran yang berupa faces yang dapat di uraikan untuk didaur ulang karena terdiri dari zat organik. Selain faces manusia juga membuang kotoran organik yang penguraiannya lambat sekali, kotoran bahan sintetik dan juga racun. Semua ini akan mencemari lingkungan.

Bahan buangan berbentuk padat ada juga yang dapat dihancurkan secara biologic, seperti makanan sisa; ada yang tidak dapat dihancurkan secara biologic, seperti: kertas, besi, gelas, dan plastik.

Bahan buangan berbentuk gas merupakan polutan yang paling banyak dihasilkan sebagai kotoraan dari kawasan industry, misalnya CO, CO2, hidrokarbon, belerang dioksida. Sumbernya ialah pembakaran sampah rumah tangga, industri mobil.[9]

b.      Dampak positive dan negative terkait peran penting manusia terhadap lingkungan hidupnya

Dengan ilmu dan teknologi, kemampuan manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar. Mulailah manusia melepaskan diri dari ketergantunagn pada alam sekitarnya. Dia merasa bahwa alam diciptakan untuk manusia, oleh karena itu alam haruslah ditaklukkan untuk kepentingannya. Di lain pihak kemajuan dalam bidang kebudayaan telah pula menambah kebutuhan manusia. Mencari makan bukan hanya sekedar penawar lapar, berpakaian bukan hanya sekedar untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin melainkan ingin menikmatinya, ingin yang indah-indah. Alat rumah tangga makin bermacam-macam semua ini diciptakan demi kesenangan manusia. Digalinya berbagai jenis tambang, dibangunnya berbagai bendungan pusat tenaga listrik untuk memudahkan hidup manusia.

Pendek kata intervensi manusia terhadap lingkungan, terhadap ekosistem semakin dalam dan rumit, semua itu demi kesenangannya. Makin tinggilah kualitas lingkungan bagi dirinya, karena iitu jumlahnya pun makin terus meningkat. Terlihat bahwa populasi manusia yang makin berkembang dengan pesat ini, didampingi perubahan lingkungan yang terus menerus, akhirnya perlu mendapatkan perhatian dan tindakan bersama yang terencana dan terkoodinir sehingga janganlah sampai menjurus ke arah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia sendiri.

c.       Solusi  terhadap permasalahan terkait pemanfaatan sumbe daya alam yang berbasisi ekosistem (Pembudidayaan terumbu karang dengan barang-barang rongsokan).

Laut sebagai ekosistem terbesar di dunia  yang memiliki banyak manfaat, hal itu  masih perlu pelesterian dan pemeliharaan. Pelestarian itu tidak hanya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di laut tapi juga dengan menjaga ekosistemnya. Namun karena ulah manusia banyak ekosistem  di laut yang rusak hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa ada usaha untuk melestarikannya, disamping itu juga manusia adalah mahkluk yang memproduksi alat untuk mempermudah pekerjaan mereka seperti kapal sebagai alat transportasi laut.

Seiring dengan kemajuan teknologi manusia tidak hanya membuat kapal untuk alat transportasi saja bahkan untuk keperluan perang dan menangkap ikan. Semakin banyak kapal baru yang diprouksi maka semakin banyak juga kapal yang akan di biarkan atau tidak dimanfaatkan.

Dunia laut lebih indah dibandingkan daratan seperti halnya berbagai macam jenis ikan dan terumbu karang. Manusia sebagai peran terpenting dalam silkus ekosistem yang pastinya juga memberi kerusakan terbesar. Mereka dengan seenaknya sendiri mengambil dan merusak karang hanya untuk kesenangan semata.

Dari sini dapat ditawarkan sebuah solusi untuk memecahkan masalah itu, menggunakan kapal-kapal yang sudah tidak digunakan dengan cara menenggelamkan kapal-kapal yang sudah tidak dimanfaatkan (rongsokan) dengan tujuan untuk menciptakan ekosistem baru yakni terumbu karang sebagai rumah bagi ikan-ikan di laut.


 

 

KESIMPULAN

Dalam ilmu lingkungan hal-hal yang akan dibahas adalah : individu, populasi, komunitas dan ekosistem di mana diantara seuanya saling berkaitan. Dalam diri manusia terdapat bebrapa kelebihan yang tidak dimiliki makhluk hidup lain. Manusia juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap lingkungan. Jika manusia bisa merawat lingkungan maka lingkungan itu bisa tetap baik dan jika manusia hanya bisa mengambil keuntungan dari lingkungan tanpa berusaha untuk merawatnya dan bahkan hanya bisa merusak, maka lingkungan itu akan semakin lama semakin hancur.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http//Definisi Lingkungan Hidup « Ukas Danaria’s Blog.htm

http//Pengertian-Lingkungan.html

Jasin, Masoeri, 1995, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Sarjana, Teysar Adi, 2009, Handout Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar, Semarang: UNDIP



[1] Pengertian-Lingkungan.html

[2] Maskoeri Jasin, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta: Rajawali Pers, 2008, Hal. 159

[3]  Kadang-kadang kita sulit membedakan satu individu dan satu rumpun. Serumput rumpun atau serumput jahe sukar ditentukan dengan pasti, apakah rumpun itu merupakan satu individu atau serumpun individu. Jika kita teliti serumpun rumput, maka batang-batang yang tampaknya seperti individu-individu yang ternyata bagian bawah yang tertimbun tanah yang berhubung-hubungan. Bila batang yang menjulang ke atas tanah itu dipindahkan dengan jalan memotongnya pada bagian bawah maka ia akan tumbuh menjadi individu baru. Begitun pula dengan tumbuhan jahe dan kunyit.

[4] Hubungan timbal balik antara organism dengan lingkungan abiotiknya

[5] Lihat Teysar Adi sarjana, Handout Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar, UNDIP, Semarang: 2009

[6]  Pengertian dominan secara ekologik lebih mudah diperlihatkan pada masyarakat, tumbuh-tumbuhan. Umpamanya, didalam hutan, jenis pohon merupakan tumbuhan – tumbuhan dominan meskipun jumlahnya tidak sebanyak tumbuhan yang lain. Sifat dominan tumbuhan itu disebabkan oleh ukuran besarnya, sehingga dapat berkompetensi lebih baik terhadap cahaya, air, dan mineral dibandingkan dengan tumbuhan kecil lainnya. Pohon juga merubah kondisi cahaya, atmosfer, suhu, dan kelembaban dalam hutan. Sedangkan hewan dapat menjadi dominan secara ekologis karena ukurannya atau jumlahnya, mobilitasnya, agrasivitasnya, dan intelegensinya.

[7] Kemampuan membuat alat erat hubungannya dengan sikap tegak manusia yang memungkinkan ia dapat bebas menggunakan tangannya. Disamping itu, kemampuan itu erat pula hubungannya dengan kemampuan penglihatan serta kecekatan dan kemampuan berkat penalaran berkat otaknya yang lebih tinggi

[8] Cara manusia mempercepat evolusi organik  adalah pembudidayaan hewan dan tumbuhan, penciptaan habitat baru yang diikuti penciptaan varietas organisme, serta penyebaran hewan dan tumbuh-tumbuhan.

[9]  Saat ini yang paling banyak menghasilkan polutan berupa gas adalah mobil dan industri kimia polutan cara pertama dihasilkan oleh rumah tangga. 

Tidak ada komentar: